Lionel Messi (Tribute to Cruyff, Maradona, Pele)

Lionel Messi (Tribute to Cruyff, Maradona, Pele)
Lionel Messi (Tribute to Cruyff, Maradona, Pele)
Title : Lionel Messi (Tribute to Cruyff, Maradona, Pele)
Duration : 01:50
Channel : PosMusicA
Label : Lionel Messi, Pele, Johan Cruyff, Maradona, Franz Beckenbauer, Jerome Boateng, Neuer, Barcelona, FC Barcelona, Tap Penalty, Hand of Goal, Endyonisius, Dionisius Endy, Ajax, MSN, Trio MSN, BBC, Cristiano Ronaldo, Real Madrid, Arsene Wenger, Soccer, Luis Suarez, Neymar, Karim Benzema, Gareth Bale, La Liga
Lionel Messi (Tribute to Cruyff, Maradona, Pele)
Lionel Messi (Tribute to Cruyff, Maradona, Pele)
Lionel Messi (Tribute to Cruyff, Maradona, Pele)
Lionel Messi (Tribute to Cruyff, Maradona, Pele)

MENJELANG menit 80, Messi dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Iapun maju sbg eksekutor penalti, peluang mencatat rekor pribadi sbg gol ke 300 dalam karirnya di La Liga. Wasit meniup peluit pertanda syah prosedur, namun Messi "hanya" mengumpan. Bola disambar Suarez menjadi gol miliknya sbg top skor sementara. BARCELONA punya julukan khas, Trio MSN. Akronim tiga nama andalan lini depan: Messi + Suarez, Neymar. Seolah tandingan atas rival abadi yakni Real Madrid yg lebih dulu punya Trio BBC, Bale + Benzema + Cristiano Ronaldo. Perang trio ini bukan cuma sengit di laga terkait urusan gol. Namun bisa merembet hal lain seperti hubungan harmonis antar keluarga hingga relasi bisnis (iklan, wawancara, dst). Karena memang gak mudah ketika para mega bintang harus kumpul tanpa melibatkan ego. Misalnya santer retaknya komunikasi Bale dgn Ronaldo, sejak "perang tarif" sbg pemain termahal hingga "persaingan" di lapangan. Agaknya jarang Bale mengumpan Ronaldo untuk bikin gol, atau sebaliknya. Juga pasca Ronaldo cetak gol, Bale gak ikut selebrasi, begitupun sebaliknya. MAKA jelaslah kemana arah tulisan dan video ini, meski gak segamblang itu. Trio MSN memang mengusung pesan kepada dunia bahwa sepak bola amat menyenangkan juga menghibur. Prestasi jelas penting tapi bahagia lebih utama, tergambar dari prosesnya. Selebrasi bukan basa basi atau ekspresi pribadi. Namun apakah penalti Messi dan Suarez masih etis atau malah melecehkan lawan? Pertama, tidak melanggar aspek aturan, bahkan dikenal teknik "Tap Penalty". Kedua, telah pernah dilakukan walau gak popular. Seperti pada kualifikasi Piala Dunia antara Belgia x Islandia taon 1957. Paling terkenal saat Johan Cruyff dan Jesper Olsen melakukan untuk Ajax 1983, juga Robert Pires dan Thierry Henry di Arsenal 2005 meski gagal. Ketiga, yang terpenting, pelatih dan pemain tim lawan tidak mengajukan protes atau keberatan. APA sih motivasi Messi dan Suarez sementara rekan bahkan pelatih mengaku terkejut? Tidak ada keterangan resmi, namun beberapa isu sempat beredar. Messi memberi hormat sekaligus kekuatan bagi legenda Barcelona, Johan Cruyff yg sedang kanker paru-paru. Lalu kenapa Suarez, bukan Neymar yg khabarnya pernah latihan Tap Penalty bareng? Nah soal ini telah dikomentari sinis Ronaldo yg lagi sengit kejar2an dgn Suarez sbg predator musim ini. BAGIKU penggemar sepak bola, semakin jelas perbedaan karakter antara dua pemain terbaik pada dekade ini. Messi seolah berlaku sbg titisan para legenda terdahulu, sebelum jadi sejarah masa depan. Ia sukses "meniru" aksi Maradona, "solo dribbling" dari tengah lapangan hingga kontroversi "tangan Tuhan". Lalu "menggocek" Boateng hingga terkapar patah engkel dan menaklukan Neuer sbg kiper terbaik dunia. Pele pernah melakukan terhadap Franz Beckenbauer di Piala Dunia 1968 namun gak gol. Serta Tap Penalty barusan jelaslah sejarah, makanya perlu kuabadikan begini .. (nDyOniSius) *All content provided for personal purposes only, I'm not Making Money from this video. Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for "Fair Use".



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »